• Samarinda Fishing Community

  • Latest Post :
    Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

    10 Tip Untuk Persiapan Trip Mancing

    Sabtu, 13 Juli 2013 | 0 komentar


    Dalam Trip Mancing seringkali kita hanya perlu waktu yang terbatas untuk melakukan persiapan dan pengecekan perlengkapan yang harusnya kita bawa dikarenakan kita hanya mengadalkan sistim persiapan 1 hari menjelang hari keberangkatan, biasanya adapula yang terpaksa begadang hanya untuk persiapan dadakan ini. Untuk itu tidak ada salahnya kita belajar bersama untuk dapat mempersiapkan secara sistimatis semua hal untuk Trip Mancing kita, Disini saya akan bersharing 10 Tip untuk persiapan tersebut yang tentu saja selalu saya biasakan untuk melakukannya.
    1. Sebaiknya hindari begadang jika sudah mendekati hari keberangkatan, apalagi pada saat H-1, Hal ini sangat berguna untuk stamina kita pada saat trip mancing dimana kita harus berhadapan dengan angin malam, kondisi cuaca yang buruk atau hujan dengan gelombang laut yang membutuhkan ketahan phisik agar kita terhindar dari kondisi tidak fit atau prima.
    2. Biasakan makan pagi atau sarapan sebelum kita berangkat menuju pelabuhan atau menuju lokasi kapal, sehingga bila kita harus menempuh perjalanan jauh baik dengan kendaran darat atau sudah menggunakan kapal kita tidak mudah masuk angin atau terhindar dari resiko mabuk darat atau mabuk laut.
    3. Perhatikan perlengkapan pribadi mulai dari Baju ganti, Baju hangat/ jacket, Jas Hujan, Baju pelampung, plastik kertas gula untuk pengaman Dompet, Handphone, dan kamera pocket, obat-obatan pribadi seperti minyak angin, tolak angin, atau yang lainnya, sikat gigi dan shampo sachet jika kita harus melakukan trip lebih dari satu hari satu malam, topi, kacamata, dan sun block.
    4. Pastikan untuk Handphone sudah dicharge agar bila sudah dilaut ready untuk menjaga komunikasi dengan keluarga atau untuk saat penting bila masih ada signal dilokasi spot mancing kita, namun bila signal tidak ada dilokasi spot mancing kita sebaiknya matikan dan amankan dari kerusakan, benturan, basah dan atau terjatuh baik kedalam kapal maupun yang paling parah terjatuh ke laut sebagai penghias karang didasar laut.
    5. Yang penting lagi adalah pastikan semua piranti mancing kita siap pakai dimana setiap trip pasti selalu ada target baru yang akan dicapai baik dari size, ukuran berat dan jenis ikannya, untuk itu selalu periksa tackle box kita apa sudah ada piranti yang kita inginkan serta accesoriesnya, untuk Reel pastikan semua dalam kondisi prima periksa body maupun kelengkapan baut/scrup/murnya dalam kondisi lenkap terpasang, pastikan pula kita sudah memeriksa tali/kenur atau line yang akan kita gunakan terhindar dari cacat atau kusut, sedangkan untuk joran/rod/stick kita pastikan semua guide/ring line lengkap dan baik tidak goyang atau tidak terpasang keramik/guidenya. perlu ingat pula bila kita baru membawa joran/rod/stick Baru terutama yang 2 (Two) Piece sebaiknya dicoba pasang dulu agar kita tahu bahwa sudah bisa masuk dan tersambung baik atau perlu kita modif sedemikian rupa sehingga pada saat digunakan tidak ada lagi kendala yang seharusnya tidak menunda strike kita.
    6. Untuk Grup/Club mancing kita selalu biasakan untuk saling mengingatkan perlengkapan air bersih untuk masak-memasak dan air untuk minum, ini adalah sesuatu yang Vital diingat karena kita tidak ingin pada saat ditengah lautan mengalami dehidrasi kehabisan air minum atau tidak bisa masak-memasak dikarenakan air bersih tidak tersedia.
    7. Untuk Grup/Club penting diingat untuk memastikan kebutuhan Batu Es cukup buat semua Box Ikan atau cadangan box mengingat jika harus menyimpan hasil pancingan kita apalagi bila kita mengadakan trip yang lebih dari 1 hari 1 malam, maka Batu Es perlu untuk mengawetkan ikan hasil pancingan agar bisa tetap segar setelah kita bawa kerumah masing-masing.
    8. Untuk yang mengalami mabuk laut segera minum air hangat untuk menjaga kondisi perut agar tidak berlanjut mabuknya atau minum tolak angin, jika masih saja mabuk sebaiknya jangan sungkan dan malu untuk berusaha menuntaskan mabuknya dengan mengeluarkan mual agar bisa melanjutkan trip mancing kita dan sehat kembali, namun jika hanya pusing jangan memaksakan untuk tetap mancing, segera bawa istirahat/tidur secukupnya lalu kemudian melanjutkan mancing jika sudah sehat. Dalam kondisi badai yang tidak dapat dihindari dan tidak ada ynag kuat untuk mancing segera diskusi dengan kapten kapal untuk mencari tempat aman berlindung dari badai kemudian trip dilanjutkan bila kondisi sudah kembali aman.
    9. Biasakan membuang sampah kita dengan baik dengan selalu menyediakan tempat sampah/kantong sampah agar kita dapat mensukseskan program Go Green dan bisa berbuat untuk menjaga alam/bumi kita dari percepatan global warming.
    10. Mulailah belajar untuk Program CnR, Catch and Release terutama untuk spesies yang langka atau size dan ukuranya terlalu besar karena Ikan yang besar ukurannya sudah terbukti bisa mempunyai kesempatan hidup yang lebih baik untuk dapat berkembang biak dibandingkan ikan yang masih kecil ukurannya, agar jenis ikan terjaga dari kepunahan untuk dapat pula dirasakan dan dinikmati cara memancingnya untuk anak dan cucu kita kelak, jika memungkinkan untuk diangkat dengan aman dan sekedar dokumentasi boleh diangkat lalu kemudian relies dengan benar, hal ini tidak berlaku jika ikan yang tertangkap sudah tidak bisa hidup lagi atau terluka parah.
    Demikian 10 Tip untuk persiapan Trip Mancing yang bisa saya sharingkan, Tip ini keliahatan sederhana namun jika kita terbiasa disiplin dengan tip tersebut diatas dijamin trip mancing kita akan berjalan dengan lancar dan dapat menikmati setiap strike yang kita dapatkan, ahirnya selamat menikmati Trip Mancing dan Salam Strike.
     
    diambil di berbagai sumber
    Continue Reading

    TIPS MEMILIH REEL PANCING

    Kamis, 11 Juli 2013 | 1 komentar

    Reel atau penggulung benang, merupakan salah satu bagian penting dari perlengkapan memancing. Dengan menggunakan Reel, akan memudahkan para pemancing menarik ikan atau melempar umpan.Berikut ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih reel







    spinning reel
    reel baitcast
     














    REEL BODY

    Spinning reel, dibandingkan dengan baitcast reel, terdiri dari berbagai bagian-bagian yang lebih luas. Memilih reel dengan paling sedikit bagian akan menjadi paling aman untuk mengurangi kemungkinan kerusakan mekanik.

    Reel body dapat dibuat dari grafit, aluminium, dan komponen plastik. Housing yang terbuat dari Aluminium lebih kuat daripada grafit, Namun grafit akan secara signifikan lebih ringan. Menentukan apakah kekuatan atau berat badan yang lebih penting, pada akhirnya merupakan pilihan pribadi, namun, jika fokus memancing Anda adalah heavy duty ,aluminium harus menjadi pemenang. Jika Anda memilih bermain di air asin, grafit adalah cara tepat karena kualitas yang tahan korosi.

    Faktor lain yang penting yang harus dicari adalah konstruksi yg solid dari reel body. Tidak boleh ada bagian yang longgar atau tipis, dan semua bagian yang bergerak harus halus performanya



    REEL SIZE

    Memilih ukuran yang benar dari reel bisa menjadi membingungkan. Untuk sebagian besar aplikasi, sepuluh pound test line harus menjadi kekuatan dan ketebalan tertinggi yang ditaruh dlm spinning reel (Ini tidak berlaku untuk ikan air asin atau skenario trolling berat.)

    semakin kecil line yg akan dipakai, semakin kecil reel yang Anda akhirnya harus membeli. Pastikan bahwa reel yang akan Anda beli disamakan ratingnya dgn pound-test senar yang ingin Anda gunakan. (Informasi ini dapat ditemukan pada spool reel itu sendiri.)

    -untuk lightcasting bisa memilih dari ukuran 1000-4000 tergantung dari line yang akan di pakai.  

    -untuk surfcasting atau mancing di pinggir pantai bisa mulai dari ukuran 5000-8000 bahkan 10000   
      tergantung dari line yang akan di pakai. juga ada spek yang khusus untuk surfcasting dengan ciri 
      spool yang dangkal dan lebar.


    - untuk light popping, jigging dan mancing dasar di laut bisa memilih ukuran 6000 sampai 10000.


    - untuk heavy jigging dan popping gunakan kelas 12000-20000 tergantung kebutuhan.


    * ukuran reel di atas adalah Shimano size       
      
    GEAR RATIO

    Gear rasio mengacu pada berapa banyak putaran lengkap pada spul untuk membuat dengan tepat satu putaran handle. Sebuah contoh dari rasio roda gigi akan 3:1 - spool berputar tiga kali untuk setiap kali Anda memutar pegangan. Ini dianggap putara reel yg lambat krn tidak banyak senar yg diambil selama proses pemutaran. manfaatnya adalah bahwa gulungan memberikan torsi lebih untuk mancing ikan besar. Sebuah rasio 6:1 dianggap kecepatan tinggi. Tergantung pada gaya memancing Anda, high,slow atau medium speed rate yg diperlukan.

    Jika Anda hanya dapat memilih satu reel spinning, rekomendasi saya akan untuk model kecepatan sedang (4 - 4.5:1). Namun, jika Anda mampu beli lebih dari satu reel, pilihlah yg high speed dan slow speed utk mengcover semua keadaan.
     
    untuk jigging dan mancing dasar biasanya menggunakan rasio di bawah 4,9:1
    untuk popping dan casting gunakan rasio 5,0:1 ke atas.
    DRAG SYSTEM

    Sistem drag pada spinning reel adalah salah satu aspek yang paling penting dari reel itu sendiri. drag bertanggung jawab untuk memberi tekanan kepada ikan yg terpancing dan membiarkan senar keluar selama pertempuran. Tanpa drag halus berkualitas tinggi risiko senar putus dan kehilangan ikan selalu menjadi kemungkinan tertinggi. Selalu pastikan bahwa reel yang akan Anda beli memiliki drag yang mulus, non-konstriktif. Senar harus tertarik keluar dgn mantap dan tanpa ragu-ragu pada keketatan yg anda set.
      Ada dua jenis sistem drag tersedia pada spinning reel: drag depan dan belakang. Ini pada dasarnya merupakan lokasi kontrol drag, meskipun ada sejumlah perbedaan antara keduanya. Front sistem drag fitur umumnya lebih besar, dgn beberapa drag washer yang menawarkan peningkatan daya tahan dan kinerja dibandingkan dengan model drag belakang. Rear drag lbh mudah dikontrol untuk mengakses (terutama ketika pertempuran dgn ikan) namun tidak terlalu bagus untuk spesies ikan besar, tergantung kondisi yg Anda mungkin hadapi.
    untuk popping digunakan drag tinggi di atas 10 kg. hal ini untuk mencegah ikan masuk ke dalam karang, dimana spot-spot popping yang akan kita jumpai iasanya merupakan karang atau batu mandi, baik di tengah laut maupun pinggiran pantai.


    BALL BEARING

    Spinning reel dilengkapi ball bearing atau Bushings yg ditempatkan dalam badan untuk kelancaran, dukungan dan stabilitas. Kebanyakan spinning reel juga berisi bantalan rol dalam roller line. Lebih banyak ball bearing maka putarannya akan lebih halus. Sealed stainless steel bearing lebih disukai drpd bushing utk tambahan ketahan dan kontrol)

    Pilih reel dengan ball bearing paling banyak yg dompet Anda dapat tangani. Pada minimal, saya akan menyarankan reel dengan setidaknya empat ball bearing. Tidak ada yang lebih buruk daripada memiliki reel yang tidak bekerja dengan baik, atau tidak halus pada waktu menggulung, jadi cobalah untuk tidak berhemat dan menabung ketika sampai ke bagian pembelian reel ini - nyusahin diri sendiri..hehehe...



    SPOOL
      Spul pada spinning reel memainkan peran yang penting, tidak hanya untuk memegang senar, tetapi juga untuk jarak lemparan dan kehalusan. Kebanyakan spool di pasar hari ini ada di jenis aluminium anodized atau grafit. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, grafit akan menjadi lebih ringan dari dua bahan, meskipun spool aluminium akan menawarkan kekuatan yang lebih besar dan daya tahan.

    Adapun jenis desain spul, ada dua gaya dasar - spool internal atau skirted spool

    Spool internal adalah bagian dr masa lalu, meskipun beberapa produsen masih memiliki model yang tersedia untuk dijual. Meskipun sederhana dalam desain, salah satu cacat adalah senar dpt menjadi tersangkut dalam housing reel tersebut. Variasi baru ini membantu dalam menghilangkan masalah kekusutan ini.

    Desain menarik lainnya adalah long cast spool. Banyak seperti namanya, spool ini lbh dangkal dari biasanya, tp lbh panjang. Spool yg panjang mengurangi gesekan senar, sehingga meningkatkan jarak casting untuk pemancing.



    ANTI-REVERSE HANDLES

    Anti-reverse handles adalah prasyarat ketika mencari spinning reel sempurna. Fungsi ini hanya berarti bahwa handle tidak akan berputar balik yang berarti bahwa set hook akan lebih kuat dan akurat karena kurangnya "main" di pegangan reel. Kalo masih ada putaran balik mendingan cari reel yg lain.

    Memilih spinning reel mungkin tampak seperti sebuah keputusan yang sulit, namun; mempelajari beberapa sifat-sifat dan komponen dapat menguntungkan dan memperpendek kurva belajar secara dramatis. Pilihlah dg bijaksana dan membeli yang terbaik yang Anda mampu. Ingat, ini akan menjadi teman terbaik di perahu untuk tahun-tahun mendatang, jadi pastikan reel anda tidak akan mengecewakan Anda.

    Type Reel

    Beberapa type reel menuliskan angka2 1000, 2000, 3000 hingga 20000 yang berarti kelas dari rell tersebut..

    Angak 1000 mengartikan bahwa rell tersebut berada pada kelas 1000gram/1 Kg dengan demikian drag maksimum yang dimiliki reel tersebut adalah 1 kg meskipun tidak semua reel demikian.
    Drag adalah kemampuan reel menahan tarikan dari ikan, jika tarikan ikan melebihi drag maka spool reel akan berputar balik dan senar akan terulur keluar.. sebaiknya jangan menyeting Drag sampai mati atau maksimal karena bisa merusak gear di dalam reel atau anda yang akan tercebur kelaut hehehe..

    semuanya tergantung kebutuhan, tehnik dan buDGEt tentunya..
    sumber : merahmata
    Continue Reading

    FASA BULAN SAAT MEMANCING

    Kamis, 04 Juli 2013 | 0 komentar

    Pengaruh Fasa Bulan Terhadap Kegiatan Memancing

    Apa & Bagaimana Pengaruh Fasa Bulan Dalam Kegiatan Mancing ?Semua pemancing tahu, bahawa waktu mancing terbaik adalah pada saat ikan aktif mencari makan. Biasanya pada saat matahari terbenam atau matahari terbit. Tapi yang sering terlewatkan adalah periode bulan terbit dan bulan terbenam yang waktunya bisa terjadi setiap waktu (siang atau malam). Sudah lama ditengarai bahwa periode tersebut ditambah lagi dengan fasa bulan (moon-phase) berpengaruh pada aktifitas ikan, misalnya, masa memijah, masa bertelur dan dalam hal ini termasuk juga masanya beraktifitas berburu mangsa.
    Dengan mengerti konsep di atas dan kemampuan memprediksi waktu matahari terbit/terbenam dan waktu bulan terbit/terbenam bersamaan dengan prediksi fasa bulan baru/bulan mati (new moon) atau bulan purnama(full moon), kita dapat meningkatkan kemungkinan perolehan ikan pancingan. Tentu saja kalau ikannya masih ada di sana. 
    Memilih Waktu Mancing TerbaikSebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan, masalahnya hanya apakah kita bisa mengetahui dengan persis kapan waktu matahari dan bulan akan terbit atau terbenam. Ikan akan paling aktif selama 90 menit di sekitar keempat titik waktu tersebut (matahari terbit dan terbenam serta bulan terbit dan terbenam. Artinya 45 menit sebelum dan setelah keempat even harian ini.
    Mancing disekitar keempat periode harian ini akan membantu perolehan kita, tapi seandainya kita dapat merencanakan dengan baik waktu mancing kita pada hari-hari sekitar Bulan Baru/Mati atau Bulan Purnama dan memanfaatkan keempat periode waktu di atas, hasilnya pasti akan lebih baik. Jika Anda terpaksa memilih antara Matahari Terbit/Terbenam atau waktu Bulan Terbit/Terbenam, pilih saja waktu Bulan Terbit/Terbenam, karena bulan pengaruhnya lebih besar dari pada matahari.
    Semua penggiat berburu mahfum bahwa baik binatang buruan maupun ikan buruan sangat aktif pada menjelang subuh atau magrib, saat matahari terbit/terbenam, tapi aktifitas mereka sewaktu bulan terbit/terbenam kurang terlacak, karena saat bulan terbit/terbenam tidak mengakibatkan perubahan cahaya yang bermakna seperti pada waktu matahari tebit/terbenam. Terbit dan terbenamnya bulan pada fasa bulan baru (new moon) tidak akan kasat mata juga mendung sering menyembunyikan bulan. Tanpa mengetahui prediksi waktu terbit dan terbenam, kedua periode puncak dalam memancing ini akan terlewati setiap harinya. 
    Pengaruh-Pengaruh LainnyaSewaktu merencanakan mancing berdasarkan fasa bulan ada beberapa hal yang harus diperhitungkan juga, yaitu:
    1. CuacaPerubahan cuaca, mempengaruhi kegiatan makan ikan. Tepat sebelum atau sesudah hujan-angin yang besar dan kalau waktu itu kita berada di sana, maka kita akan berpesta besar.
    2. MusimIkan akan sangat “galak” sewaktu perubahan musim, di negara yang mempunyai empat musim, waktu perubahan dari musim Dingin ke musim Semi atau dari musim Panas ke musim Gugur tercatat sebagai waktu terbaik untuk mancing. Untuk kita di Indonesia, mestinya terjadi di setiap penghujung musim (kering dan hujan) yang (mestinya) terjadi di sekitar September/Oktober dan April/Mei.
    (Berbagai Sumber)
    Continue Reading

    TEKNIK JIGGING DARI ATAS KAPAL

    Rabu, 03 Juli 2013 | 0 komentar


    Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba ”menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang dicemplungkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas.
    Teknik jigging dari atas kapal dengan mengikuti arus biasa disebut dengan Butterfly Jigging Sistem. Butterfly Jigging Sistem merupakan teknik jigging yang dirancang agar pemancing dapat lebih merasakan sensasi getaran yang dihasilkan dari perlawanan ikan saat umpan disambar. Sensasi sambaran mirip dengan perasaan adanya listrik yang seakan-akan mengalir melalui joran di setiap gerakan ikan yang melawan, karena kepekaan dari tackle.

    1. Casting jig bawah angin, arus, atau arah drift.
    2. Biarkan jig ke bawah.
    3. Mulai putar reel dengan teknik gerak jigging.
    4. Retrieve jig beberapa meter dari dasar.
    5. Biarkan jig ke jatuh kembali ke dasar (Ulangi langkah 4 & 5 beberapa kali dengan cara casting masing-masing).
    6. Begitu sejajar dengan atau di bawah perahu, ulur kembali metal jig dan dilemparkan ke bawah arus atau arah angin untuk kembali memulai proses dari awal.
    Tips Teknik Jigging Butterfly membutuhkan gerakan yang tepat untuk memberikan aksi terhadap jig tersebut. Teknik ini dapat bekerja dengan tackle konvensional maupun spinning dengan hasil yang sama.
    Setelah metal jig jatuh ke kedalaman yang diinginkan, ujung joran menghadap ke bawah. Dengan gerakan melingkar ke atas, ujung joran akan diangkat ke atas dan diturunkan kebawah mengikuti rotasi reel. Gulungannya mengambil gerakan melingkar ketat yang dekat ke tubuh dengan gagang joran dijepit longgar di bawah ketiak kiri.
    Jarak di mana ujung joran bergerak dari atas ke bawah adalah sekitar 10 sampai 20 inci tergantung pada aksi yang diinginkan dan kecepatan retrieve/menggulung. Teknik ini akan bekerja dengan aksi cepat dan lambat tergantung pada bagaimana ikan target bereaksi.
    Butterfly – Reguler / Flat-Side
     Aksi Jigging: Teknik Butterfly membutuhkan gerakan yang tepat untuk memberikan aksi terhadap jig tersebut. Teknik ini dapat bekerja dengan tackle konvensional maupun spinning dengan hasil yang sama.

    Setelah jig adalah jatuh ke kedalaman yang diinginkan, ujung koran menghadap ke bawah. Dengan gerakan melingkar ke atas, ujung joran akan diangkat ke atas dan diturunkan kebawah mengikuti rotasi reel. Gulungannya mengambil gerakan melingkar ketat yang dekat ke tubuh dengan gagang joran dijepit longgar di bawah ketiak kiri. Jarak di mana ujung joran bergerak dari atas ke bawah adalah sekitar 10 sampai 20 inci tergantung pada aksi yang diinginkan dan kecepatan retrive. Teknik ini akan bekerja dgn aksi cepat dan lambat tergantung pada bagaimana ikan target bereaksi.
    Butterfly – Long
     Aksi: The Butterfly Long Jig sangat produktif dan bekerja dengan baik dengan teknik jigging standar seperti yang telah diuraikan sebelumnya, serta teknik Long Jig dijelaskan di bawah ini.



    Teknik model Long bekerja dengan baik dengan tackle spinning maupun konvensional. Teknik ini memerlukan gagang joran dijepitkan secara longgar di bawah ketiak Anda, tergantung pada jenis reel (spinning atau konvensional). Setelah jig mencapai kedalaman yang diinginkan, ujung batang diarahkan ke bawah. Dengan gerakan menyentak ke atas, membawa ujung joran ke posisi jam 11:00. Setelah itu, gulung reel sejalan sampai ketat, yang akan menurunkan joran ke posisi awal kemudian ulangi seperti telah dijelaskan sebelumnya. Anda dapat menyesuaikan kecepatan menggulung (retrieve) tergantung pada bagaimana ikan bereaksi.


    semoga bermanfaat,,,
    (Berbagai Sumber)
    Continue Reading

    UMPAN MANCING DI LAUT

    | 0 komentar

    Umpan Terbaik Untuk Mancing Laut


    Umpan Terbaik Untuk mancing di Laut (Best Saltwater Baits)Umpan adalah bagian dari alat pancing yang berfungsi untuk menarik perhatian ikan sasaran sehingga ikan tersebut tertarik untuk memakan atau mengigitnya. Berikut ini beberapa umpan yang baik digunakan untuk mancing di laut, diantaranya:

    1. Ikan hidup dengan dua kail.(fish by two hook)

    2. Teknik menghanyut juga boleh digunakan.(drift technique also can be used)

    3. Ikan hidup dengan satu mata kail.(Fish by one hook)

    4. Irisan/potongan ikan dengan dua mata kail.(Slice fish deduction by two hooks)

    5. Sotong dengan dua mata kail.(Squid by two hook)

    6. Dua mata kail digunakan dengan kedudukan mata kail kedua tidak diikat tetap pada taliutama agar ia mudah turun dan naik ketika dalam tekanan atau diasak ikan.(Double hooks used with second hook loose remained at main line so that it easy to come down, rose when under pressure or jammed fish)

    7. Memancing menggunakan kaedah surf fishing/pancing pantai dengan ladung yang digantung padatali utama bagi menggandakan kekuatan tali utama.(Fishing method used surf fishing coast with sinker slung round main line to double the strength of main line)

    8. Seekor sotong dengan satu mata kail. Mata kail juga digunakan untuk menjahit agar sotongterbentuk lurus. Perhatikan mata kail tidak masuk melalui badan sotong tetapi dicucuk darikiri dan kanan badannya hingga ke kepala.(Squid by one hook. Hook also used to sew so that squid formed straight. Note hook did not come in through squid body but am being stabbed from left and right its body until head)

    9. Teknik mark shean’s menggunakan sebahagian sotong dengan dua mata kail.(mark shean’s technique use squid part by two hook)

    10. Sotong atau hirisan ikan dengan satu mata kail. Perhatikan mata kail diguna sebagai jarumuntuk merentangi hirisan agar berkeadaan lurus.(Squid or fish slice by one hook. Note hook utilised as needle to span slice so that in a straight line)

    11. Perambut untuk ikan di muara atau kuala terdiri dari batu ladung hidup dan dua mata kail.Mata kail yang disambung terus dengan batu ladung ini akan menegangkan dua kali tali utama.(Rig for fish in estuary or mouth are made up running sinker and double hooks. Hook connected on with this siker will strain main line double)

    12. Dua mata kail digunakan dengan mata kail kedua disekat dengan tali utama dengan tali yanglebih anjal sebagai alternative yang lebih mudah.(Double hooks used with second hook blocked with main line with rope that is more flexible as alternative easier)

    (Berbagai Sumber)
    Continue Reading

    MANCING DI PINGGIR/DERMAGA DI LAUT

    | 0 komentar

    PERSIAPAN
    Olahraga memancing merupakan olahraga yang menyenangkan. Dibalik kegembiraan memancing, kadang kita lupa bahaya yang mengintai. Oleh karena itu perlu persiapan sebelum memancing. Berikut ini merupakan peralatan serta perlengkapan yang diperlukan untuk persiapan mancing di laut:
    Life Jacket: Kadang sesuatu yang tidak inginkan terjadi pada diri pemancing seperti terjatuh ke laut akibat ombak atau gelombang yang tinggi dan datang tiba-tiba atau salah berpijak. oleh karena itu jaket pelampung penting untuk keselamatan.

    Fishing Vest: Fishing vast atau rompi mancing sangat penting bagi pemancing yang aktif untuk menyimpan lure atau umpan, gunting dan aksesoris lainnya.

    Fishing Boots: Fishing boots atau alas kaki untuk mancing penting untuk kenyamanan kaki ada ketika basah oleh air dan melindungi kaki dari karang dan benda-benda tajam lainnya.

    Pliers, Scissors, dll: Membawa gunting dan tang penjepit penting untuk membantu membuat rangkaian pancing, melepas lure dari ikan, dan lain-lain. Alat ukur juga boleh dibawa untuk mengukur ikan yang kita tangkap.

    Polarization Sunglasses: Kaca mata polarize membantu melindungi mata dari sinar matahari dan sambaran benda-benda yang membahayakan mata seperti kail serta mengurangi pantulan sinar matahari dari permukaan air laut.

    Landing Net: Kadang ikan besar tertangkap pada saat kita mancing, landing net atau serokan sangat membantu untuk menaikan ikan besar pada spot yang tinggi dan daerah berbahaya.

    TACKLE
    Berbicara mengenai apa yang kita butuhkan untuk memancing, jawabannya iyalah sebuah rod (joran) dan reel. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai tackle (piranti).

    Rod (Joran) - Terdapat banyak macam rod tergantung panjang dan kepadatan. Ketika membeli rod, hal yang perlu diperhatikan adalah ikan target apa yang akan dipancing dan fishing points.
    Reel - Terdapat berbagai pilihan reel, ada yang ukurannya kecil, sedang dan besar. Selain itu dalam pemilihan reel, perlu diperhatikan kecocokan dengan rod yang kita miliki, budget, jumlah bearing (semakin banyak semakin bagus), kapasitas benang, bahan (apakah tahan dengan air asin), faktor-faktor lain.
    Line - Umumnya fishing line dikelompokan dalam 3 kategori yaitu: PE line, nylon line, dan fluorocarbon line. Kebiasaan yang berlaku, PE line digunakan sebagai main line dan fluorocarbon line sebagai shock leader. Kekuatan shock leader biasanya 3 kali lebih besar dari main line. Dengan menyambungkan line yang lebih tebal di bagian ujung, akan menyerap hentakan akibat perlawanan ikan dan mencegah tali putus akibat gigi ikan yang tajam.
    Lure - gunakan berbagai jenis lure sesuai ikan target dan lokasi mancing. Cobalah bereksperimen dengan berbagai macam warna lure sesuai dengan kondisi atau warna air dan cuaca.

    JENIS-JENIS LURE
    Berikut ini merupakan penjelasan mengenai berbagai jenis lure

    Minnow
    seperti yang terlihat pada gambar, minnow adalah sejenis ikan kecil yang bergerak secara alami seperti ikan. Kebanyakan lure jenis minnow merupakan tiruan bentuk dan warna ikan yang hampir sama persis. Lure ini digunakan pada fresh water dan salt water, biasanya effektif pada saat ikan sedang lapar dan rakus. Lure jenis ini tersedia dalam berbagai jenis kedalaman, shallow type untuk target ikan yang relatif tidak dalam (dekat dengan permukaan), deep type untuk target ikan yang bermain di kedalaman, floating type merupakan lure yang bermain dipermukaan dan sinking type merupakan lure yang cepat sekali tengelam untuk target ikan didekat dasar.


    Top Water
    Lure jenis ini menggoda/menarik ikan di permukaan. Lure ini beraksi seperti ikan kecil yangpanik dan lari menjauh. Lure ini sangat effektif untuk memancing ikan yang bermain disekitar permukaan. Yang termasuk lure jenis ini antara lain jenis pencil dan popper yang menciptakan cipratan dipermukaan dan menimbulkan bunyi yang menggoda ikan.


    Vibration
    Lure jenis ini menghasilkan gerakan bergetar yang tinggi dengan bergoyang-goyang untuk menarik ikan bahkan dalam perairan dingin atau dengan jarak pandang yang rendah.


    Metal Jig
    Lure yang terbuat dari timah yang tengelam sambil bergoyang dan mengkilat permukaannya. Lure jenis ini biasanya untuk target perairan dalam, tapi bisa juga untuk target perairan sedang tergantun kondisi arus. Bisa digunakan untuk casting dari pantai untuk jigging di tengah (tergantung berat dan bentuknya).


    Target Water Range by Lure:


    WARNA LURE
    Ada banyak macam warna lure. Pemancing kadang bingung dalam memilih warna lure.

    Warna lure terbagi atas 2 macam pola yaitu natural color yang mencontoh bait fish atau ikan mangsa dan yang kedua warna-warna mencolok yang kontras/menyolok yang menggoda didalam air. Warna natural terdiri dari hitam, biru, hijau, coklat pada sisi punggung lure. Warna mencolok terdiri dari hijau kekuningan, oranye, merah dan sebagainya.
    Warna-warna natural menggoda selera makan ikan sementara warna mencolok menggugah rasa ingin tahu ikan.
    Warna effektif untuk untuk menarik perhatian ikan yang sudah kenyang adalah warna mencolok dibanding warna natural/alami. Dengan kata lain warna lure dengan warna alami cocok untuk ikan yang lapar.

    PRAKTEK MEMANCING
    Minnow

    Kebanyakan ikan-ikan kecil bermain dibalik karang ketika air pasang dan karang berada didalam air. Ikan besar pendatang biasanya datang ke lokasi ini untuk memakan ikan-ikan kecil ini.
    Jika lokasi ini agak dangkal, dan kondisi air dan karang seperti diatas, penggunaan minnow bisa dipraktekan. Lure yang bisa di lempar jauh sangat direkomendasikan untuk menjangkau daerah yang lebih dalam.


    Top Water (permukaan)

    Ketika ikan-ikan kecil dikejar oleh ikan besar dipermukaan, pilih lure permukaan seperti popper. Mainkan rod dengan hati-hati untuk membuat cipratan seolah2 ikan sedang menerkam mangsa.


    Vibration

    Lure jenis ini direkomendasikan sebagai lure pencari di air dalam ketika spot ikan bermain sulit ditemukan, penggunaannya mudah hanya dengan menggulung tali pancing dengan reel.


    Metal Jig

    Jika ingin cast ke jarak yang lebih dalam dan lebih jauh, metal jig sangat berguna. Metal jig kecil dapat dilempar sangat jauh dan dapat menyelam lebih dalam dari lure dari plastik atau kayu.
    Ikan target untuk lure jenis ini adalah ikan yang bermain di dasar dan pertengahan. Ketika menggunakan jig ini, pemancing harus memainkan rod keatas dan kebawah agar jig dapat bergerak sesuai dengan yang kita inginkan.

    Diterjemahkan dari http://www.duel.co.jp/
    Continue Reading

    MENGENAL GEJALA ALAM SAAT MANCING

    Kamis, 27 Juni 2013 | 0 komentar

    KenaliLah Gejala Alam-Keberadaan ikan di laut selalu ditandai dengan gejala-gejala alam yang ada. Bagi mania laut membaca tanda-tanda keadaan alam paling tidak menjadi pengetahuan dasar untuk keberhasilan memancing. Nah, sebenar tanda alam apa saja yang perlu diketahui oleh mania mancing?

    Keberadaan ikan di laut selalu ditandai dengan gejala-gejala alam yang ada. Bagi mania laut membaca tanda-tanda keadaan alam paling tidak menjadi pengetahuan dasar untuk keberhasilan memancing. Nah, sebenar tanda alam apa saja yang perlu diketahui oleh mania mancing?



    kapten-kapten kapal professional yang selalu mengantar dalam kegiatan sport fishing, Intuisinya dan daya analitis kapten kapal terhadap kondisi laut saat berburu ikan sungguh luar biasa. Para kapten itu selalu tahu tanda-tanda alam yang menjadi panduan dalam memancing dan kelihaian memnbaca alam inilah yang membuat kesuksesan mancing.

    Banyak burung merupakan tanda-tanda alam pertama. Salah satu panduan bahwa di lokasi ada ikan adalah dengan hadirnya banyak burung. Burung-burung tersebut adalah sedang mencari makanan yang secara kebetulan di permukaan air terdapat banyak ikan-ikan kecil. Yang ikut menikmati ‘hidangan’ ikan-ikan kecil bukan hanya burung-burung yang terbang di udara saja, namun ikan-ikan ukuran sedang dan besarpun ikut berpesta.
    Sudah menjadi hukum alam atau hukum rantai makanan bahwa ikan-ikan besar selalu memakan ikan kecil. Jadi bila banyak ikan kecil di lokasi tersebut pasti di sekitarnya terdapat ikan-ikan besar.

    Nah, memancing trolling di sekitar kumpulan ikan lebih menjanjikan dibanding memancing di lokasi yang tidak jelas ada tanda-tanda keberadaan ikan. Bahkan saya sering melihat banyak mania mancing yang berhasil mendapat ikan tuna besar atau marlin di kumpulan burung-burung.

    Ciri ketiga sebagai lokasi ikan adalah keberadan karang di tengah laut. Karang merupakan struktur yang keras yang berupa bebatuan. Di dalam karang ternyata banyak tumbuh biota-biota dan rumput- rumput karang yang menjadi rumah ikan. Ikan-ikan kecil biasanya banyak mencari makan dan berlindung di lokasi yang berkarang.

    Sebagai lokasi persembunyian ikan-ikan kecil maka di sekitar karang menjadi stok makanan bagi ikan-ikan besar maupun ikan predator.

    Mancing di karang memang menjanjikan. Pertanyaannya bagaimana kita bisa mengetahui bahwa di dalam laut terdapat karang cetek (dangkal) maupun karang dalam? Dahulu sebelum ada alat elektronik semacam depth sounder maupun Global Position System (GPS) para nelayan hanya melihat ombak yang di permukaan air. Setelah mereka menduga ada karang di bawah dengan panduan ombak, merekapun lantas menurunkan timah pemberat dan mengalisa struktur apa yang ada di dasar. Cara ini oleh nelayan disebut dengan nama ngelot.
    Ciri kedua sebagai lokasi ikan adalah adanya sampah kayu di tengah laut. Batang pohon yang terhanyut arus ditengah laut membawa plankton-plankton kecil. Kumpulnya bayak plankton membuat ikan kecil pun beramai-ramai makan plankton. Karena banyak ikan kecil di sekitar sampah kayu ternyata mengundang perhatian ikan-ikan yang lebih besar seperti ikan lemadang misalnya.

    Banyak kapten kapal yang mencari ikan lemadang dengan cara trolling dilokasi tersebut dan berhasil. Selain ikan lemadang terkadang terdapat ikan tenggiri, wahu dan barakuda.

    Tanda alam yang menjadi lokasi ikan yang keempat adalah tubiran laut (drop off) dasar laut dari yang plat tiba-tiba kedalaman mendadak ke dalam atau seperti jurang, di sinilah merupakan lokasi ikan. Banyaknya ikan di lokasi ini arus laut yang membawa plankton naik ke atas sehingga sehingga mengundang banyak ikan kecil di lokasi tersebut dan ikan kecil menjadi perhatian ikan besar.


    ayaknya sebuah di daratan, struktur dasar lautan ada yang menyerupai gunung, jika ada lokasi tersebut para mani menyebutnya dengan nama sea mount reef. Lantaran arus tertahan oleh gunung sehingga arus naik membuat arus yang membawa plankton meimpah di sana, sehingga ikan di sana banyak. Selain tertahannya arus, gunung di tenah laut juga menyuburkan karang-karang yang menjadi rumah ikan. Jadi mancing di seamount reef tentusaja lebih menjanjikan disbanding lokasi lain. Bahkan ikan yang di dapatpun lebih variatif seperti ikan dasar dan ikan pelagis. Cara melihat seamount reef dapat dilakukan dengan menggunakan depth sounder dan GPS.
    Continue Reading
     
    Tanks to : Harie Sadega SamFish
    Copyright © 2013. Samarinda Fishing Community - All Rights Reserved
    Template Modify by Samarinda Fishing Commnity
    Proudly powered by Blogger